Perempuan mulai bangkit dan berhasil
membuktikan dirinya, bahwa mereka layak untuk diperhitungkan. Sukses story para
penggerak perempuan sudah sangat banyak, tetapi masih banyak sikap dan prilaku
diskriminatif terhadap mereka.
Bagaimana Perempuan menyikapi fenomena yang terjadi dan
Bagaimana peran media dalam memperjuangkan Suara Perempuan?
Yayasan Eska unggul Indonesia berkolaborasi dengan atmaGo
mengadkan diskusi Perempuan Berkabar : Bertindak Lokal Berdampak Global, Rabu
(14/07/2021).
Siswanti selaku Sekretaris Serikat Perempeuan Kepala Keluarga
(PEKKA) yang merupakan salah satu narasumber #diskusiEskaPresent02 bercerita tentang bagaimana peran perempuan agar
memiliki status yang setara dengan anggota masyarakat lainnya sehingga mereka
dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang demokratis, sejahtera adil
dan bermartabat, salah satu upaya yang dilakukan didalam Organisasi PEKKA ialah
melakukan pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan hukuum, pendidikan sepanjang
hayat, dan melakukan pengembangan media komunikasi. menurutnya dimasa pandemi
ini banyak tantangan yang perlu dihadapi dala,m berkegiatan diantaranya masih
banyak anggota PEKKA yang masih tidak familiar terhadap kemajuan tekhnologi mau
tidak mau memang kita harus terus belajar agar bisa beradaptasi dengan
perkembangan tekhnologi.
salah satu Narasumber lainnya dari Dinas Pemberdayaan
Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
(DP3KB) Kab Brebes Nakhiroh menyampaikan bahwa saat ini dari Pemerintah Daerah
melalui surat Edaran Bupati mendorong perencanaan reponsif anggaran gender
harus ada disemua OPD maupun ditingkat Pemerintah Desa, dan minimal harus ada
kegiatan Pemberdayaan Perempuan.
Sebagai Narasumber terakhir dalam #diskusiEskaPresent02 Luviana yang merupakan Pemimpin Redaksi
Konde.co melihat dari segi media masih jarang yang menulis atau meberitakan
tentang isu marjinal perempuan misalnya tentang perermpuan korban kekerasan,
perempuan kepala keluarga, perempuan desa maupun buruh, miskin kota dan pekerja
rumah tangga. media lebih suka menulis isu "Besar" misalnya tentang
artis, sinetron atau isu terkini yang sedang banyak diperbincangkan lewat media
sosial. diera digital ini mungkin sedikit meberi kemajuan dengan berbagai
kepedulian ana muda yang semarak berkampanye lewat media sosial, munculnya
jurnalis warga hali ini bisa mendorong untuk berbagi pengetahuan tentang
berbagai isu isu perempuan.
Sejarah Dunia terbentuk karena adanya Perempuan